Kamis, 20 November 2025

Pengurus BUMDesa 141 Desa Menerima Bimbingan Tekhnis Pengelolaan Keuangan Badan Usaha

Desa Tanah Merah, Kecamatan Air Putih Kabupaten Batu Bara, Provinsi Sumatera Utara tepatnya di Aula Sudjono Giatmo SMK Budi Dharma Indrapura. 


Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Batu Bara menyelenggarakan Kegiatan Penguatan Pengurus BUMDes se-Kabupaten Batu Bara sebanyak 141 Desa dengan peserta 3 orang perdesa yang terdiri dari Direktur, Sekretaris, dan Bendahara BUMDes. Juga didampingi oleh Tenaga Pendamping Profesional (TPP) se-Kabupaten Batu Bara sebanyak 64 orang Pendamping, ditambah lagi dari Panitia yang dari Dinas PMD.

Jadi total peserta yang hadir lebih kurang 500 orang. kegiatan tersebut berlangsung 1 hari efektif yang dimulai dari pukul 08.30 s/d 17.00 WIB. Acara seremonial Pembukaan Penguatan Pengurus BUMDes dibuka secara resmi dengan bimbingan dan arahan oleh Kepala Dinas PMD Kabupaten Batu Bara yang diwakili oleh Bapak Erwin, SH selaku Sekretaris Dinas PMD Kabupaten Batu Bara. Dan didampingi Oleh Bapak Toho Singkober Simatupang, S.Kom (Kabid PSDEM & TTG), Bapak Endra Dwisaputra Butar-Butar, A.Md, SE (Koordinator Kabupaten), Bapak Marwan, S.Pdi (TAPM Kabupaten), dan Bapak Aidil Syukri, SE (TAPM Kabupaten/PIC BUMDes Kabupaten Batu Bara)


Kegiatan ini difasilitasi oleh Nara Sumber yang sangat berpengalaman dalam hal pengelolaan Keuangan dalam Bidang Usaha yaitu Bapak Aidil Syukri, SE dan Bapak Toho Singkober Simatupang, SE yang menyampaikan materi Management BUMDes. Peserta diwajibkan membawa Laptop masing-masing minimal 1 unit perdesa untuk praktek/simulasi dalam hal penginputan pengelolaan keuangan dalam sebuah aplikasi yang sederhana, mudah dipahami dan dimengerti oleh peserta yang notabene berasal dari Masyarakat desa yang terpilih menjadi Pengurus BUMDes.


Kegiatan ini difasilitasi oleh Dinas PMD dengan anggaran Dana yg tersedia di Bidang PSDEM dan TTG, Sehingga seluruh peserta mendapat makan siang dan Snack/kue Pagi dan sore. Peserta sangat antusias dalam mengikuti kegiatan tersebut sehingga mereka merasa bersyukur dan berterima kasih kepada Dinas PMD terutama kepada para Pendamping Desa yang sudah berjasa terhadap mereka sehingga mereka (pengurus BUMDes) memberikan statement pernyataan terima kasih dengan video berikut ini 👇

https://vt.tiktok.com/ZSfYH3frd/

Dengan terlaksananya Kegiatan ini, semoga Pengurus BUMDes dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, dan Usaha yang dikelolanya dapat memberikan Pendapatan Asli Desa bagi Desa masing-masing

Penulis : TPP Kabupaten Batu Bara


Rabu, 29 Oktober 2025

BELAJAR DARI KESALAHAN BUMDESA KUALA INDAH SEJAHTERA DESA KUALA INDAH

BUMDesa Kuala Indah Sejahtera berada di Kecamatan Sei Suka Kabupaten Batubara. BUMDesa ini melaksanakan kegiatan usaha Budidaya Lele dengan memanfaatkan modal dari desa Kuala indah yang telah ditransfer pada tahap pertama sebesar Rp. 100 juta. Modal ini merupakan kegiatan ketahanan pangan desa Kuala Indah tahun 2025, dengan rencana keseluruhan modal yang akan disertakan kepada BUMDesa sebesar Rp. 200 juta.

Pada hari Senin (27 Oktober 2025), Kabid PSDEM Dinas PMD Kabupaten Batubara, Toho Simatupang didampingi Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) yaitu Endra DS. Butar Butar (Korkab), Marwan dan Aidil Syukri (PIC BUMDesa), serta Pendamping Lokal Desa (PLD) Ranti Asny Sitanggang melakukan kunjungan untuk melihat kondisi usaha yang sedang berjalan. Rombongan disambut oleh Direktur BUMDesa Saifullah dan Bendahara BUMDesa Lestari Ayu Fahriza.

Dari hasil kunjungan diperoleh informasi dan fakta lapangan sebagai berikut:

1. Terdapat 6 Kolam Tanah dengan masing-masing luas sekitar 4m x 20m sebagai lokasi pembesaran Lele.

2. Penebaran benih telah dimulai pada bulan april 2025, dengan cara bertahap sebanyak 4 kolam, dengan jumlah benih untuk masing-masing kolam sebanyak 10.000, 10.000, 20.000 dan 15.000 benih. 

3. Benih yang ditebar ke kolam tanah tersebut berukuran 0,6-0,8 (6-8 cm).

4. Dua kolam yg berisi masing-masing 10.000 benih telah dilakukan pemanenan (setelah 4 bulan pemeliharaan). Hasil panen yang seyogianya minimal 2 ton hanya tercapai 60%. Ditambah harga jual Rp. 13.000,-/kg menyebabkan BUMDesa semakin merugi.

3. Dua kolam yang berisi masing-masing 20.000 bibit dan 15.000 bibit diperkirakan hanya akan menghasilkan 2 ton lele siap jual (tidak mencapai seharusnya 3,5 ton).

4. Terdapat perbedaan ukuran lele yang sangat mencolok (sangat tidak seragam) dari kolam-kolam yang tersisa (Ketua BUMDesa menargetkan pemanenan 2 minggu ke depan).

5. Transaksi BUMDesa tidak dicatat setiap harinya oleh Bendahara BUMDesa sebagaimana seharusnya.


Dari fakta dan data tersebut, dapat disimpulkan bahwasanya Pengurus BUMDesa belum benar-benar siap untuk menjalankan usaha Budidaya Lele. Hal ini disebabkan oeh kurangnya pengetahuan pengurus tentang Budidaya Lele, dan pengurus tidak pula didampingi oleh Pembudidaya Lele berpengalaman sebagai konsultan. Padahal Dinas PMD dan TAPM Kabupaten Batubara telah melakukan sosialisasi ke seluruh kecamatan yang dihadiri oleh seluruh pengurus BUMDesa agar Pengurus BUMDesa melakukan kontrak kerjasama dengan pelaku usaha (peternakan, pertanian, perikan) yang berpengalaman sebagai konsultan apabila pengurus BUMDesa tidak berpengalaman di bidang usaha yang akan dijalankan (Hal ini sesuai dengan Kepmendesa No. 3 tahun 2025). Dimana salah satu kewajiban konsultan tersebut (dituangkan dalam kontrak) adalah mendampingi dan melakukan transfer pengetahuan kepada pengurus atau karyawan yang mengelola usaha BUMDesa. Selain itu, pada kesempatan sosialisasi juga disampaikan agar transaksi yang terjadi pada BUMDesa agar dicatat setiap harinya oleh Bendaha BUMDesa (bukan gelondongan) dengan bukti-bukti kuitansi, dan foto-foto kegiatan agar dikumpulkan dengan baik dan benar. Hal ini untuk menjaga pengurus BUMDesa agar tidak terjebak pada indikasi penyelewengan dalam pengelolaan keuangan BUMDesa.


Pada kesempatan terakhir sebelum meninggalkan lokasi, Kabid PSDEM Toho Simatupang meminta agar setelah dilakukan pemanenan seluruh kolam tersisa, kegiatan budidaya dihentikan sejenak agar pengurus BUMDesa dapat melakukan evaluasi, di mana letak kekurangan-kekurangan dari usaha yang telah berjalan dan menemukan solusi-solusi yang akan diterapkan untuk perbaikan tata kelola usaha selanjutnya. Toho Simatupang juga meminta kepada Bendahara BUMDesa untuk menyelesaikan laporan keuangan dari kegiatan usaha yang telah berjalan paling lambat hari jum'at tanggal 31 Oktober 2025.


(Penulis: Aidil Syukri, TAPM PIC BUMDesa)








 

Senin, 20 Oktober 2025

USAHA BUMDESA GADING BERJAYA TANJUNG GADING TERANCAM GAGAL





Foto hasil jepretan pengurus BUMDesa sebelum TPP melakukan monitoring.

Foto hasil jepretan pengurus BUMDesa sebelum TPP melakukan monitoring.

USAHA BUMDESA GADING BERJAYA TANJUNG GADING TERANCAM GAGAL


BUMDESA Gading Berjaya menjalankan usaha Budidaya Ayam Kampung Super (AKS) sebagai kegiatan ketahan pangan desa tahun 2025 dengan penyertaan modal 20% Dana Desa 2025. BUMDesa telah menerima transfer modal tahap pertama sebesar Rp. 80 juta, dan masih terdapat Kas BUMDesa sebelumnya sebesar Rp. 40 juta.

Usaha telah berjalan sekitar 3 (tiga) bulan dan telah memasuki masa panen dengan bobot ayam rata-rata telah mencapai 1 kg/ekor. 

Informasi yang diperoleh dari pengurus BUMDesa bahwasanya mereka kesulitan menjual hasil panen tersebut.

Mengetahui informasi tersebut, pada tanggal 20 Oktober 2025, Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kabupaten Batubara terdiri dari Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) yaitu Endra DS. Butar Butar (Korkab), M. Arip Hasibuan dan Aidil Syukri, serta Pendamping Desa Rosalina Lumban Gaol dan Pendamping Lokal Desa Sri Purwani melakukan monitoring ke lokasi usaha Budidaya Ayam Kampung Super (AKS) melaksanakan monitoring melihat langsung kegiatan usaha tersebut. Dari hasil monitoring yang dilakukan, ternyata kandang telah dalam keadaan kosong. Setelah ditanyakan perihal ini, Direktur BUMDesa Sanusi AR (67) menjelaskan bahwasanya seluruh ayam yang dibudidayakan sejumlah 1000 ekor tersebut telah mengalami kematian, dan bangkai ayam telah dibuang ke sungai.

Mengetahui hal ini, Aidil Syukri selaku PIC BUMDesa TPP Kab. Batubara meminta agar pengurus BUMDesa menyiapkan Berita Acara Kematian Ternak ditandatangani oleh Saksi Ahli dari Dokter Hewan atau Dinas Peternakan Kab. Batubara sekaligus untuk dapat menerangkan penyebab kematian ayam-ayam tersebut.

Selain itu, Aidil Syukri juga meminta agar segera disusun laporan keuangan BUMDesa untuk menghitung kerugian yang dialami BUMDesa dan selanjutnya segera diadakan Musyawarah Desa untuk membahas bagaimana penyelesaian kerugian yang dialami oleh BUMDesa akibat kejadian ini.

Penulis : Sri Purwani (PLD)

MUSYAWARAH DESA RKPDes T.A. 2026






 DESA MEKAR BARU GELAR MUSYAWARAH RKPDes 2026


Desa Mekar Baru, Kecamatan Sei Balai, mengadakan Musyawarah Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) 2026 pada Senin, 20 Oktober 2025. Acara ini dihadiri oleh Kepala Desa Mekar Baru (Bpk. Bimbang Seheranto), Pendamping Desa (Bpk. Muhammad Yusuf Silaen), dan Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (Bpk. Aziz Rahmadani) dan Pendamping Lokal Desa (Ibu Arieni Nanda Putri Sitorus). 

Musyawarah ini membahas tentang Rencana Kerja Pemerintah Desa Mekar Baru untuk Tahun Anggaran 2026, yang mencakup bidang Penyelenggaraan Pemerintahan, Infrastruktur, Pemberdayaan Masyarakat, dan Pembinaan Masyarakat. Beberapa program prioritas yang dibahas antara lain peningkatan kapasitas aparatur desa, pembangunan jalan desa, dan pengembangan usaha mikro.

"Musyawarah ini sangat penting untuk menentukan arah pembangunan desa kita ke depan," ujar Bpk. Bimbang Seheranto. "Kami ingin memastikan bahwa program-program yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat."

Musyawarah ini juga melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat Desa Mekar Baru, yang memberikan masukan dan saran untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Hasil musyawarah ini akan dijadikan acuan dalam penyusunan RKPDes Desa Mekar Baru untuk TA 2026 ¹.

Penulis : Muhammad Yusuf Silaen (PD Kecamatan Sei Balai)

Ketahanan Pangan

 


Kegiatan Ketahanan Pangan Desa Lubuk Cuim yang bergerak di bidang Pertanian dan membudidayakan tanaman Cabai, sudah berjalan dengan baik dan sudah panen satu priode, namun karena iklim belakangan ini sangat ekstim, terlalu panas atau kemarau sehingga tanaman cabai kekurangan air dan usia pohonnya lebih cepat mati. namun demikian Pengurus BUMDes Makmur Jaya Lubuk Cuik tetap semangat untuk terus melaksanakan kegiata ketahanan pangan tersebut karena mereka punya niat untuk berhasil. Brovoo buat pengurus BUMDes Makmur Jaya

Pengurus BUMDesa 141 Desa Menerima Bimbingan Tekhnis Pengelolaan Keuangan Badan Usaha

Desa Tanah Merah, Kecamatan Air Putih Kabupaten Batu Bara, Provinsi Sumatera Utara tepatnya di Aula Sudjono Giatmo SMK Budi Dharma Indrapura...